Webinar Bencana Alam Sibolga: Dampak, Tantangan, dan Upaya Pemulihan Berkelanjutan

BENCANA tanah longsor dan banjir bandang melanda Kota Sibolga pada akhir November 2025, meninggalkan jejak kerusakan yang signifikan dan dampak kemanusiaan yang mendalam. Sekitar 3 bulan telah berlalu sejak bencana tersebut, namun upaya pemulihan masih terus berlanjut, dengan beberapa lokasi masih menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah. Pemerintah setempat dan berbagai organisasi terus berupaya memulihkan kondisi, namun tantangan masih besar, terutama dalam menangani kerusakan infrastruktur dan memberikan dukungan bagi warga terdampak.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan memperkuat upaya pemulihan, Yayasan Bhumiksara mengadakan webinar “Bencana Alam Sibolga: Dampak, Tantangan, dan Upaya Pemulihan Berkelanjutan”. Webinar ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini tentang kondisi pascabencana, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk perbaikan ke depan.
Webinar ini akan menghadirkan Romo Purwo, Vikjen Keuskupan Sibolga, yang akan berbagi pengalaman dan kondisi terkini di lapangan. Selain itu, Romo Ferry juga akan bergabung dalam diskusi untuk membahas langkah-langkah pemulihan dan harapan ke depan.
Dengan demikian, webinar ini diharapkan dapat menjadi platform penting bagi masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide dalam upaya memulihkan dan memperkuat ketahanan masyarakat Sibolga terhadap bencana alam.
Webinar diselenggarakan pada:
Selasa, 24 Februari 2026, Pkl.19.00-21.00 WIB
Join Zoom Meeting
https://atmajaya-ac-id.zoom.us/j/93624386229
Meeting ID: 936 2438 6229, Passcode: 812752
Webinar ini juga untuk memperingati empat tahun meninggalnya almarhum Pandji Wisaksana, filantropis yang banyak membantu kegiatan sosial kemanusiaan. Almarhum Pandji Wisaksana tidak hanya menjadi donatur dana tetapi secara aktif turun tangan sebagai pengurus di banyak lembaga nirlaba seperti Yayasan Bhumiksara, Lions Club Indonesia, Yayasan Trisakti, dan Matahati. Pelayanan sosialnya yang luar biasa diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk peduli dan berbelarasa dengan sesama.
Pandji Wisaksana lahir di Bandung pada tanggal 27 Juni 1925 dalam kondisi kekurangan, anak keempat dari 10 saudara. Dia awalnya ingin menjadi dokter dengan tujuan agar bisa merawat bapaknya yang menderita kebutaan karena dampak kerja di tambang waktu muda. Kendala biaya membuatnya banting setir belajar ekonomi dan menjadi pengusaha sukses. Dikenal sebagai Bapak Pralon karena memperkenalkan produk pipa pralon pertama di Indonesia. Pandji Wisaksana meninggal dunia dalam usia 96 tahun pada 24 Februari 2022.